Perhimpinan Radiografer Indonesia Sulut Gandeng RSUP Kandou Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks di GMIM El-Jireh Sea

Sun, 10 May, 2026


RSUPKANDOU.GO.ID, MINAHASA - Kegiatan edukasi kesehatan terkait deteksi dini kanker serviks digelar di Gereja GMIM El-Jireh Sea, Minahasa, Sabtu (09/05/2026).

Kegiatan yang dimotori Perhimpunan Radiografer Indonesia Cabang Sulawesi Utara ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema "Peduli Kesehatan Wanita, Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Teknologi Radiologi".

Kegiatan tersebut turut bekerja sama dengan Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Hadir sebagai narasumber, dr. Bismarck Joel Laihad, Amd.Rad, didampingi Kepala Instalasi Promkes RSUP Kandou Ruslianto Urendeng, SH, Ketua Panitia Christian Yospilando Mbao, Amd.Rad, serta Ketua BPMJ GMIM El-Jireh Pdt. Ny. Herlina Wongkar-Kapoh, S.Th.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa edukasi kesehatan terkait kanker serviks sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mengurangi stigma, serta memperluas jangkauan skrining, khususnya bagi wanita usia subur.

"Kegiatan seperti ini penting dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan hingga organisasi kemasyarakatan," ujar pihak penyelenggara.

Dalam pemaparannya, dr. Bismarck menjelaskan bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker yang berkembang pada sel-sel di leher rahim dan menjadi salah satu kanker paling mematikan pada wanita setelah kanker payudara.

Ia menjelaskan, terdapat dua jenis utama kanker serviks, yakni Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) yang paling umum terjadi dan berkembang pada sel skuamosa di bagian luar leher rahim, serta Adenokarsinoma yang berkembang dari sel kelenjar di saluran leher rahim.

Menurutnya, penyebab utama kanker serviks sangat erat kaitannya dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV), meskipun faktor keturunan dan riwayat penyakit menular seksual juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.

"Pada tahap awal kanker serviks sering tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun pada stadium lanjut dapat muncul gejala seperti nyeri panggul, haid tidak teratur, keputihan, nyeri saat berhubungan seksual, perdarahan di luar siklus menstruasi hingga perdarahan setelah menopause," jelas dr. Bismarck.

Usai pemaparan materi, para peserta terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab. Sejumlah pertanyaan disampaikan baik oleh peserta pria maupun wanita terkait pencegahan, gejala hingga penanganan kanker serviks.

Seluruh pertanyaan dijawab langsung oleh narasumber yang juga mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan penyakit.(Humas Kandou)