Thu, 05 Feb, 2026
RSUPKANDOU.GO.ID, MANADO – RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado menjadi lokasi pelaksanaan praktik lapangan bagi mahasiswa Akademi Teknik Radiodiagnosis dan Radioterapi (ATRO) Bali dengan peminatan Kedokteran Nuklir. Kegiatan ini berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 5 hingga 31 Januari 2026, dan diikuti oleh lima mahasiswa ATRO Bali yang merupakan angkatan pertama pada jalur peminatan Kedokteran Nuklir.
Pelaksanaan praktik lapangan tersebut terlaksana berkat dukungan penuh Direktur Utama beserta Dewan Direksi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, yang secara konsisten mendukung pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou menyatakan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan melalui penerimaan dan fasilitasi mahasiswa praktik, dengan tetap mengacu pada tata tertib serta ketentuan yang berlaku di lingkungan rumah sakit.
Dokter Arlene Angelina, M.Sc., Sp.KN-TM, selaku dokter spesialis Kedokteran Nuklir yang bertugas di Unit Kedokteran Nuklir RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, menyambut baik kehadiran para mahasiswa ATRO Bali. Ia menegaskan bahwa pelayanan kedokteran nuklir memerlukan dukungan sumber daya manusia yang lengkap dan kompeten, tidak hanya dari sisi dokter spesialis, tetapi juga tenaga radiografer yang memiliki keahlian khusus di bidang tersebut.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa ATRO Bali dengan peminatan Kedokteran Nuklir menjadi indikator positif bahwa bidang kedokteran nuklir semakin dikenal dan diminati oleh generasi muda tenaga kesehatan. Hal ini diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan kedokteran nuklir di masa mendatang, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Selama menjalani praktik lapangan, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal secara langsung pelayanan kedokteran nuklir di rumah sakit, memahami alur kerja unit, serta mempelajari pemanfaatan teknologi kedokteran nuklir dalam menunjang proses diagnosis dan penanganan pasien.
Interaksi dengan tenaga kesehatan serta pengalaman langsung di lingkungan klinis menjadi bekal penting dalam membangun pemahaman praktis, profesionalisme, dan kesiapan mereka sebagai calon tenaga kesehatan di bidang kedokteran nuklir.(Humas Kandou)